Ini adalah kisah dari seorang anak yang ingin sekali pergi ketanah suci, tapi ia tidak diperkenankan oleh ibunya yang buta.
Suatu hari ada seorang anak yang teramat patuh kepada orang tuanya. Dia rela meluangkan sebagian waktunya hanya menyuapi dan merawat si ibu yang kini sudah tua dan mengalami kebutaan, dari pada dia harus keluar dan bekerja.
Suatu saat anak itu ditawari sebuah pekerjaan di sebuah perusahaan besar, namun dia berkata"saya tidak mau jika saya harus terpisah dari ibu saya, saya hanya ingin bersama ibu saya" mendengar kata kata itu sang pengusaha itu terketuk pintu hatinya. Lantas ia langsung memberikan sebuah tiket untuk menunaikan ibadah pergi haji, namu sayang tiket itu di tunjukan hanya untuk 1 orang saja. anak itu sangat antusias dengan apa yang didapat.
Pada malam hari ibunya pun yang buta itu bertanya kepada anaknya "Ada apa nak? kau sepertinya senang sekali?", anak itu pun menjawab "iya bu, aku saat ini sangat senang karena aku mendapatkan tiket untuk pergi haji, dan 3 hari lagi aku akan berangkat bersama pengusaha itu bu". Lalu ibunya pun bertanya lagi "lalu siapa yang akan menyuapi ku nak?", "nanti akan kusewakan seorang pengasuh untuk menyuapi mu bu" jawab anak itu. "Tidaaakk ! ! ! rasanya tidak akan sama dengan tangan mu yang menyuapi ku" bantahnya.
Besok malamnya anak itu yang tadinya sudah siap siap secara diam diam akhirnya berangkat tanpa restu dari orang tua nya, dan tepat di sebelah ibunya sudah ada pengasuh yang disewa olehnya, ketika ibu itu meraba tangan anaknya ia merasakan yang anhe karena itu bukan tangan anaknya yang biasanya menyuapinya. lalu ibu itu pun tersentak, terbangun dan berkata "mana? dimana dia? dimana anak ku? dan siapa kamu? kau bukan anak ku !", orang itupun mengatakan yang sesungguhnya kepada ibu itu kalau anaknya telah pergi untuk menunaikan ibdah haji. lalu ibu itu berdoa "Ya Allah tolong selamatkanlah anak ku".
Anak dan para jama'ah menetap sementara di sebuah masjid untuk beristirahat. anak itu pun tertidur karena lelahnya ia berjalan dari rumahnya. ternyata tanpa sepengetahuan anak itu, ia tertingal oleh rombongan yang laen, dan ketika ia terbangun ia terkejut dengan keadaan disana yang sepi, dan entah kenapa segerombolan warga datang dan langsung menyeret anak itu. karena ia telah di tuduh sebagai pencuri.
Warga menghajar anak itu, mematahkan kakinya, memotong tanganya dan menusuk kedua bola matanya hingga dia buta, anak itu meritih "Aku bukanlah pencuri....., Aku hanya anak yang pergi tanpa restu dari orang tua saya". dan melihat alamat anak itu di antarkanlah dia oleh warga ke rumahnya. ibu yang merasa bahwa anaknya akan datang menanti anaknya di depan rumahnya.
Tak lama anaknya pun sampai, ia berteriak "iiibuuuuuu...", mendengar itu ibunya serentak "Anakku, kau dimana? kemarilah nak", anak itu manangis dan menjawab "tidak bisa ibu aku tidak bisa berjalan bahkan merangkakpun aku sadah tidak bisa". "Anakku, mana tangan mu nak aku ingin menyentuhnya". tangisanya semangkin kencang dan mengatakan "aku tidak bisa ibu, tangan ku sudah tiada". "Anakku, coba kau lihat aku nak lihatlah senyum senang ku", ia pun menangis sekencang mungkin dan mengatakan "Aku tidak bisa ibu, mata ku sudah buta bu", Ibu itu pun mendekati anaknya ia peluk anaknya seerat mungkin, dan berdoa "Ya Allah matikanlah kami berdua Ya Allah dalam magfirah dan ampunan Mu".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar