Kamis, 15 November 2012

Hikmah Dibalik Semangkuk Mie

suatu saat seorang gadis sedang bertengkar dengan ibunya. anak gadis itu sangat marah dengan  ibunya sampai sampai anak gadis itu meninggalkan rumah. sampai ditengah jalan ia tersadar bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. sampailah ia melewati sebuah kedai mie dan mencium aroma mie. ia ingin sekali memsan semangkuk mie.
sang pemilik kedai memperhatikan gadis itu hanya berdiri di depan kedainya. "hay nak apa kau ingin memesan mie" tanya sang pemilik
kedai. "iya tapi saya tidak punya uang" jawab sang gadis dengan malu malu. "sudah tak apa aku yang traktir" jawab si pemilik kedai."silakan duduk aku akan memasakan mie untuk mu".
tak lama mie yang dipesan pun datang. gadis itu memakan beberapa suap menya dan ia berlinangkan air mata. "ada apa nak?" tanya sang pemilik kedai. "aku terharu karena orang baru ku kenal saja memberi aku semangkuk mie ini, tetapi ibuku sendri? setelah bertengkar dengan ku, mengusirku dari rumah, dan mengatakan agar jangan kembali lagi kerumah" "kau seorang yang baru ku kenal tetapi kau memperhatikan ku, memperdulikan ku bahkan memberikan ku semangkuk mie ini di bandingkan dengan ibu ku".
sang pemilik kedai itupun menjawa " jadi itu yang engkau pikirkan? coba kau renungkan ini, aku hanya memberimu semangkuk mie kau begitu teharu dengan ku, tapi ibumu yang telah memasakan mie, nasi, lauk pauk, menyiapkan yang lain untuk mu dar kamu kecil hingga saat ini mengapa kau tidak berterimakasih kepadanya? malah kau bertengkar denganya".
setelah mendengar kata kata itu, gadis kecil itu segera menghabiskan mie dan menguatkan diri untuk pulang kerumahnya. di jalan gadis itu memikirkan kembali kata kata yang di berikan oleh pemilik kedai itu.begitu sampai diambang pintu gadis itu melihat wajah ibunya yang letih dan cemas dan kata kata yang pertama di keluarkan oleh ibunya "kau sudah pulang anak ku, masuklah ibu sudah menyiapkan maskan kesukaan mu untuk kita makan, ayo cepat cepat dimakan jika tidak keburu dingin". gadis itu tak kuasa menahan tangisnya ia bergegas masuk memeluk dan menangis di pelukan ibunya.

memang benar sekali waktu orang lain bisa bersikap sangat peduli dan perhatian dengan kita, tetapi tidak ada yang bsa menyaingi rasa perhatiran itu selai rasa sayang ibu kita kepada anaknya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar